Senin, 24 Januari 2011

bukti ilmiah mukjizat Nabi membelah bulan

Temuan Mengejutkan...Bukti Ilmiah Mukjizat Nabi Membelah Bulan

Berbagai macam mukjizat telah diberikan Allah SWT kepada kekasihNya Rasullah Muhammad SAW, untuk memberi kebenaran atas Kerasulan yang disandangnya. Salah satu mukjizat dari Rasulullah Muhammad SAW, ialah “Membelah Bulan”. Sebagaimana hadits riwayat Abdullah bin Mas`ud Radhiyallahu’anhu berikut ini, ia berkata :
“Bulan terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah SAW lalu Rasulullah SAW bersabda : Saksikanlah oleh kalian.” (Shahih Muslim No. 5010)

Hadist riwayat Anas RA, dia berkata :
“Penduduk Makkah meminta kepada Rasulullah SAW untuk diperlihatkan kepada mereka satu mukjizat (tanda kenabian), maka Rasulullah SAW memperlihatkan kepada mereka mukjizat terbelahnya bulan sebanyak dua kali.” (Shahih Muslim No. 5013)

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah? Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut :

“Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.”

Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya : “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi “Telah dekat hari kiamat dan bulan pun telah terbelah” mengandung mukjizat secara ilmiah?”

Maka professor pun menjawabnya :
“Tidak, sebab kehebatan ilmiah dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya.

Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya.

Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah SAW, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu.

Akan tetapi, hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu”.

Dan setelah selesai Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdirilah seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata : “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan?”

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab : “Dipersilahkan dengan senang hati.”

Daud Musa Pitkhok berkata :
“Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemahan makna-makna Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya, dan aku pun membawa terjemahan itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya :

“Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan [1434]. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”. Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya[1435].” (QS. Al-Qamar : 1-3)

[1434] Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan “terbelahnya bulan”, ialah suatu mukjizat nabi Muhammad SAW.

[1435] Maksudnya, bahwa segala urusan itu pasti berjalan sampai waktu yang Telah ditetapkan terjadinya, seperti: urusan Rasulullah dalam meninggikan kalimat Allah pasti sampai pada akhirnya yaitu kemenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. sedang urusan orang yang mendustakannya pasti sampai pula pada akhirnya, yaitu kekalahan di dunia dan siksaan di akhirat.

Maka aku pun bergumam : “Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu???”

Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya, dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah-lah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.

Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi hangat antara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa Amerika Serikat. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa.

Daripada itu, diantara diskusi hangat tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar.

Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata : “Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?”

Mereka pun menjawab : “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.”

Maka presenter itu pun bertanya : “Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya?”

Mereka menjawab : “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!”

Presenter pun bertanya : “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?”

Mereka menjawab : “Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah dan terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka, kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin telah terjadi, kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali”.

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan :
“Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Subhanallah.”

Sumber : http://situslakalaka.blogspot.com/20...osulullah.html
saya copas dari : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=60569

intelektual inggris masuk Islam

Ipar Tony Blair, Lauren Booth, 43 tahun, mengatakan dia sekarang memakai jilbab yang menutupi kepala setiap kali meninggalkan rumah. Ia juga mengaku melakukan shalat lima kali sehari dan mengunjungi masjid setempat kapanpun dia bisa. Lauren berprofesi sebagai wartawan dan penyiar televisi. Dia memutuskan untuk menjadi seorang Muslim enam minggu lalu setelah mengunjungi tempat suci Fatima al-Masumeh di kota Qom. “Ini adalah Selasa malam, dan saya duduk dan merasa ini suntikan morfin spiritual, hanya kebahagiaan mutlak dan sukacita,” ujarnya.




Kristiane Backer dulu dan sekarang

Sebelum pergi ke Iran, ia mengaku telah tertarik pada Islam dan telah menghabiskan banyak waktu untuk bekerja sebagai wartawan di Palestina. “Saya selalu terkesan dengan kekuatan dan kenyamanan berada di tengah-tengah Muslimin,” katanya. Menurut Kevin Brice dari Swansea University, yang memiliki spesialisasi dalam mempelajari konversi keyakinan, menyatakan gelombang para wanita terpelajar Inggris yang beralih keyakinan menjadi Muslim merupakan bagian dari tren menarik.

“Mereka mencari inti spiritualitas, arti yang lebih tinggi, dan cenderung untuk berpikir secara mendalam sebelum memutuskan. Namun dalam konteks ini, saya menyebutnya fsebagai fenomena “mengkonversi kenyamanan”. Mereka akan menganggap agama adalah alat menyenangkan suami Muslim mereka dan keluarganya, tapi tidak akan selalu menghadiri masjid, berdoa, dan berpuasa,” ujarnya.


Camilla Leyland 32 tahun seorang guru Yoga, penampilan dulu dan sekarang

Benarkah demikian? Kristiane Backer, wanita 43 tahun dan mantan VJ MTV yang menjadi ikon kehidupan Barat liberal yang dirindukan remaja saat mudanya, menggeleng. “Masyarakat permisif yang saya dambakan ketika muda dulu ternyata sangat dangkal, tak memberi ketenteraman batin apapun,” ujarnya.

Titik balik untuk Kristiane muncul ketika dia bertemu mantan pemain kriket Pakistan dan seorang Muslim, Imran Khan pada tahun 1992. Dia membawanya ke Pakistan. Di negara kekasihnya itu, dia segera tersentuh oleh spirtualitas dan kehangatan dari orang-orang Islam di negara itu. “Meskipun kemudian hubungan asmara saya dengan Imran Khan kandas, semangat saya mempelajari Islam tak turut kandas. Saya mulai mempelajari Islam dan akhirnya menjadi mualaf,” ujarnya.

Menurutnya, Islam adalah agama bervisi. “Di Barat, kami menekankan untuk alasan yang dangkal, seperti apa pakaian untuk dipakai. Dalam Islam, semua orang bergerak ke tujuan yang lebih tinggi. Semuanya dilakukan untuk menyenangkan Tuhan. Itu adalah sistem nilai yang berbeda,” tambahnya.


Penulis Eva Ahmad Sebelah Kanan dan Lynne Ali yang kini menjadi seorang Muslimah
Untuk sejumlah besar wanita, kontak pertama mereka dengan Islam berasal dari kencan pacar Muslimnya. Lynne Ali, 31, dari Dagenham di Essex, mengakuinya. Di masa lalu, hidupnya hanyalah pesta. “Aku akan pergi keluar dan mabuk dengan teman-teman, memakai pakaian ketat dan mengerling siapapun lelaki yang ingin aku kencani,” ujarnya.

Di sela-sela pekerjaannya sebagai DJ sebuah kelab malam papan atas London, ia menyempatkan ke gereja. Tetapi ketika ia bertemu pacarnya, Zahid, di universitas, sesuatu yang dramatis terjadi.”Dia mulai berbicara kepadaku tentang Islam, dan itu seolah-olah segala sesuatu dalam hidupku dipasang ke tempatnya. Aku pikir, di bawah itu semua, aku pasti mencari sesuatu, dan aku tidak merasa hal itu dipenuhi oleh gaya hidup hura-huraku dengan alkohol dan seks bebas.”

Pada usia 19 tahun, Lynne memutuskan menjadi mualaf. “Sejak hari itu pula, aku memutuskan mengenakan jilbab,” ujarnya. “Ini adalah tahun ke-12 rambut saya selalu tertutup di depan umum. Di rumah, aku akan berpakaian pakaian Barat normal di depan suami saya, tapi tidak untuk keluar rumah.”


Lauren Booth, ipar dari mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair yang menjadi muslim setelah mendapat pengalaman spiritual di Iran

Survei YouGov baru-baru ini menyimpulkan bahwa lebih dari setengah masyarakat Inggris percaya Islam adalah pengaruh negatif yang mendorong ekstremisme, penindasan perempuan dan ketidaksetaraan. Namun statistik membuktikan konversi Islam menunjukkan perkembangan yang signifikan. Islam adalah, setelah semua, agama yang berkembang tercepat di dunia. “Bukti menunjukkan bahwa rasio perempuan Barat mengkonversi untuk laki-laki bisa setinggi 2:1,” kata sosiolog Inggris, Kevin Brice.

Selain itu, katanya, umumnya perempuan mualaf ingin menampilkan tanda-tanda dari agama baru mereka – khususnya jilbab – walaupun gadis Muslim yang dibesarkan dalam tradisi Islam justru malah memilih tak berjilbab. “Mungkin sebagai akibat dari tindakan ini, yang cenderung menarik perhatian, Muslim mualaflah yang sering melaporkandiskriminasi terhadap mereka daripada mereka yang menjadi Muslimah sejak lahir,” tambahnya.

Hal itu diakui Backer. “Di Jerman, ada Islamophobia. Saya kehilangan pekerjaan saya ketika saya bertobat. Ada kampanye untuk melawan saya dengan sindiran tentang semua Muslim mendukung teroris – intinya saya difitnah. Sekarang, saya presenter di NBC Eropa,” ujarnya.

Hal itu diamini Lyne. “Aku menyebut diriku seorang Muslim Eropa, yang berbeda dengan mereka yang menjadi Muslim sejak lahir. Sebagai seorang Muslim Eropa, saya mempertanyakan segala sesuatu – saya tidak menerima secara membabi-buta. Dan pada akhirnya harus diakui, Islam adalah agama yang paling logis secara logika,” ujarnya.

“Banyak perempuan mualaf di Inggris juga mengkonversi agamanya karena tertarik dengan kehangatan hubungan di antara sesama Muslim. “Beberapa tertarik untuk merasakan kembali nilai-nilai yang telah mengikis di Barat,” kata Haifaa Jawad, dosen senior di Universitas Birmingham, yang telah mempelajari fenomena konversi agama. “Banyak orang, dari semua lapisan masyarakat, meratapi hilangnya tradisi menghargai orang tua dan perempuan, misalnya. Ini adalah nilai-nilai yang termuat dalam Quran, yang umat Islam harus hidup dengannya,” tambahnya Brice.

Nilai-nilai seperti ini pula yang menarik Camilla Leyland, 32, seorang guru yoga yang tinggal di Cornwall, pada Islam. Ia seorang ibu tunggal untuk anak, Inaya, dua tahun. Ia mengaku menjadi Muslim pada pertengahan usia 20-an untuk ‘alasan intelektual dan feminis’.

“Aku tahu orang akan terkejut mendengar kata-kata ‘feminisme’ dan ‘Islam’ dalam napas yang sama, namun pada kenyataannya, ajaran Alquran memberikan kesetaraan kepada perempuan, dan pada saat agama itu lahir, ajaran pergi terhadap butir masyarakat misoginis,” tambahnya. Selama ini, orang salah memandang Islam, katanya. “Islam dituduh menindas wanita, namun yang aku rasakan ketika dewasa, justru aku merasa lebih tertindas oleh masyarakat Barat.”

Tumbuh di Southampton – ayahnya adalah direktur Institut Pendidikan Southampton dan ibunya seorang
ekonom – Camilla pertama kali bersinggungan dengan Islam di sekolah. Ia mengenal Islam saat kuliah dan kemudian mengambil gelar master di bidang Studi Timur Tengah. Ketika tinggal dan bekerja di Suriah, ia menemukan pencerahan spiritual.

Merefleksikan apa yang dia baca di Alquran, ia menyadari bahwa islamlah yang dicarinya selama ini. “Orang-orang akan sulit untuk percaya bahwa seorang wanita yang berpendidikan tinggi dari kelas menengah akan memilih untuk menjadi Muslim,” katanya, menirukan komentar ayahnya saat itu. Namun ia mantap menjadi Muslimah. Kini, ia yang mengaku tak pernah meninggalkan shalat lima waktu tapi belum berjilbab ini menyatakan dirinya telah “merdeka”. “Saya sangat bersyukur menemukan jalan keluar bagi diri saya sendiri. Saya tidak lagi menjadi budak masyarakat yang rusak.” (Daily Mail & Republika)

dicopas dari : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=48988

Selasa, 18 Januari 2011

perjuaangan anak pembuat bata


Jono, seorang bocah pinggiran kota yang rela melepas 'dunianya' untuk membantu orangtua. Setiap hari jono membantu mengankut dan menjemur batubata. ya...pekerjaan orangtua jono hanyalah pengrajin batubata kecil.anak sekecil jono terpaksa mengerjakan pekerjaan orang dewasa, tidak disuruh...tapi ia tak tega melihat ayahnya bekerja sendirian. jono selalu terlihat riang ketika membantu ayah. tapi, kita tidak tahu apakah jono benar2 periang, ataukah jono menyembunyikan rasa sedihnya agar ayah dan ibu tidak ikut sedih...
Jono si kecil yang tak tega melihat ayahnya bekerja sendiri ikut membantu menyusun dan memindahkan bata. mirisnya, pekerjaan ini tidak dilakukan di hari libur, jono ternyata tak bersekolah. orangtua jono tak sanggup membiayai jono agar tetap duduk di bangku sekolah.
Jono terpaksa membantu orang tuanya di saat teman sebaya nya mengenyam pendidikan di sekolah. disaat teman sebayanya bercanda bersenang2 menikmati masa kanak2. pemerintah semestinya harus lebih tanggap dengan masalah2 seperti ini.

Sumber : http://kutalkutil.blogspot.com/2011/01/mengharukan-kisah-perjuangan-anak.html

Kamis, 13 Januari 2011

Resensi Bukui

MENEMUKAN JEJAK SEJARAH DALAM KITAB SUCI



Judul : Situs – Situs Dalam Al Quran

Dari Banjir Nuh Hingga Bukit Thursina

Penulis : Syahruddin El Fikri

Penerbit : Republika

Cetakan : Pertama, Maret 2010

Tebal : 239 + xii halaman





Al Quran merupakan kitab suci yang luar biasa. Kemurniannya terjaga hingga hari ini. Satu huruf pun tidak ada yang dipalsukan di dalam Al Quran. Al Quran memuat ajaran yang sangat lengkap. Mulai dari urusan hubungan manusia dengan tuhannya hingga urusan manusia dengan sesama manusia. Selain itu Al Quran juga memuat kisah-kisah yang dapat dijadikanpelajaran bagi umatnya. Al Quran bukanlah kitab sejarah. Namun demikian banyak peristiwa bersejarah diabadikan di dalam Al Quran meskipun tidak secara terperinci. Misalkan Al Quran hanya menyebutkan Adam diturunkan di bumi. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah dimana Adam diturunkan ? Benarkah Adam manusia pertama ? ini baru tentang Adam. Belum lagi tentang Nabi Nuh dengan perahu dan banjir bandangnya. Peristiwa tersebut memunculkan banyak pertanyaan.

Kehadiran buku Situs – Situs Dalam Al Quran ini mencoba menjawab berbagai pertanyaan tersebut. Sebenarnya buku ini merupakan kumpulan tulisan yang dimuat di rubrik Islam Digest Republika setiap hari Minggu. Namun apa yang disajikan di dalam buku ini sudah mendapat tambahan materi sehingga muatanny sudah lebih lengkap dari pada apa yangterdapat dalam islam Digest.

Satu hal yang menarik dari buku ini, meskipun yang jadi rujukan pokok dalam menelusuri situs – situs bersejarah tersebut adalah Al Quran, namun penjelasannya juga mendasarkan keterangan yang terdapat dalam kitab suci umat lain seperti perjanjian lama maupum Taurat. Misalkan ketika membahas tentang ditemukannya jasad Firaun. Penulis mengutip referensi dari berbagai kitab suci.

Hal ini dapat kita simak pada halaman 145 – 147. Al Quran menyebutkan : ” Dan ingatlah ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu danKami tenggelamkan (firaun) dan pengikut – pengikutnya, sedang kamu sendiri menyaksikan”. ( QS. Al Baqoroh : 50 ). Menurut penulis, taurat tidak memberikan penjelasan bahwa jasad Firaun ditelan laut, namuntidak menjelaskanapa yang terjadi setelah itu. Sedangkan dalam Kitab keluaran pada Perjanjian Lama menyebutkan bahwa lokasi tenggelamnya Firaun di Miqdol dan Baal – Zephon.

Dengan menggunakan berbagai referensi baik buku maupun situs-situs yang ada di internet buku ini berhasil menjawab berbagai pertanyaan seputar jejak-jejak sejarah yang diungkap secara sekilas di dalam kitab al Quran. Ada 32 topik yang dibicarakan dalam buku ini. Mulai dari tempat diturunkannya Adam, tempat terdamparnya perahu Nuh, tempat Musa bertemu dengan Nabi Khidir, tempat ditemukannya jasad firaun, hingga Danau Qarun dan laut Merah. Semuanya disajikan secara gamblang dan mengalir.

Selain itu buku ini juga mencoba meluruskan akidah umat ketika membahas tentang Jabal Rahmah. Tugu yang dibangun oleh pemerintah Saudi Arabia sebagai tempat peringatan peristiwa sejarah justru dijadikan sebagai berhala modern, tempat meminta. Ada yang meminta jodoh, rejeki, panjang umur dan lain sebagainya. Untuk itulah menurut penulis perlu ditingkatkan pemahaman terhadap agama ( halaman 14). Dengan hadirnya buku ini tentunya umat semakin memahami ajaran agamanya sehingga tidak menjadikan tempat – tempat bersejarah sebagai tempat untuk meminta yang pada akhirnya dapat menggelincirkan iman.

Di dalam buku ini juga diceritakan banyak peneliti sejarah yang akhirnya masuk Islam setelah menemukan jawaban-jawaban adri apa yang disebut di dalam Al Quran. Misalnya Dr. Maurice Bucaille. Beliau adalah seorang peneliti yang berhasil meneliti sebab kematian Firaun dan pengawetanya. Beliau mengungkapkan bahwa firaun tewas digulung gelombang sebagaimana dipaparkan di dalam Al Quran. Beliau menambahkan bahwa al Quran sangat dalam menjelaskan sesuatu. Padahal peristiwa yang digambarkan dalam Al Quran itu masih sangat kabur pada masa Nabi Muhammad diutus (halaman 145).

Demikianlah jika Allah menghendaki seseorang untuk mendapat hidayah. Hidayah itu bisa datang melalui penelitian ilmiah maupun dari hal-hal yang sederhana. Kehadiran buku ini diharapkan tidak hanya untuk memenuhi rak buku dideretan buku – buku sejarah. Melainkan dari itu semoga dapat mempertebal keyakinan kita terhadap ajaran agama yang telah kita anut. Bahkan jika keyakinan itu telah menyimpang maka dapat dibenahi dengan kita memahami detil-detil sejarah yang dipaparkan di dalam kitab suci. Semoga

Kamis, 19 Agustus 2010

refleksi kemerdekaan

part 1

dirgahayu bangsaku !

berapa tahun kini umurmu ?

kapan sesungguhnya engkau lahir ?

apakah pada saat sumpah amukti palapa ?

atau ketika pemuda pemudi bersumpah ?

atau seperti lagu hari merdeka ?

( 17 agustus tahun 45 ........

hari lahirnya bangsa indonesia)

itu tidak penting

yang terpenting kau harus tetap ada

selagi bumi ini ada

part 2

dirgahayu negeriku !

negeri yang gemah ripah loh jinawi

toto tentrem kerto raharjo

(itu kata simbah2 dulu)

itu tak penting

yang penting

selagi bumi ini ada

harus masih ada pohon di hutanmu

harus masih ada ikan di lautmu

harus masih ada minyak di bumimu

dan itu harus utk kemakmuran putra putrimu

part 3

dirgahayu bangsaku !

bangsa yang begitu besar

dari sabang sampai merauke

berjejer pulau-pulau

itu tak penting

yg penting pulau-pulau itu masih ada

dalam rangkulan ibu pertiwi

duhai negeriku

negeri yang indah dalam syair dan lagu

di mana minyakmu kau tumpahkan jika anak anakmu

meratap demi 1 liter minyak tanah

di mana padimu di panen

jka anak anakmu masih menghiba sesuap nasi

dimana ikanmu ditangguk bila anak anakmu

masih berlauk tulang belulang

duhai negeriku ibu pertiwi

kini kau benar benar sedang lara

tak sanggup merintih dan tak kuasa lagi berdoa

melihat ironisme kehidupan yang terjadi

dirgahayu negeriku

jales veva jaya mahe !!

Minggu, 18 Oktober 2009

Wanita Dalam Dekapan Al Quran


Seringkali kaum feminisme atau penganut paham liberal berkata bahwa Islam tidak adil dalam memandang wanita. sudah banyak bantahan yang dibuat para oleh para ulama tentang hal ini. dalam tulisan singkat ini saya hanya akan mengajak siapapun yang membaca tullisan ini marilah kita renungkan. betapa Islam, dalam hal ini redaksional Al Quran, sangat santun dan sangat indah menempatkan seorang wanita. misalkan :
1. Dlm QS An Nisa : 43 di situ Allah menyebutkan Awlamastumun nisaa' ( atau kamu menyentuh wanita ). saya tidak akan menafsirkan apa yang dimaksud menyentuh dalam ayat ini. tapi ada satu hal yang perlu kita kaji secara redaksionalnya al Quran tidak menyebutkan wanita menyentuh laki-laki. nah, hal ini menunjukkan betapa al Quran sangat menghormati wanita. karena memang selayaknya lelakilah yang menyentuh wanita.
2. Dalam al Quran Allah menyebutkan kata bidadari. kalau menyebut bidadari pasti yang terbayng di benak kita adalah wanita cantik. inilah penghargaan Allah terhadap kaum wanita. dalam hal bidadari ini wanita juga kelak di akhirat mendapat hak yang sama dengan kaum lelaki tentunya.
3. dalam Al Quran ada satu surat yang namanya An Nisa' yangberarti wanita. tapi tidak ada surat ar rijaal yang bermakna lelaki.
so, mestinya bangga dunk jadi wanita, begitu dimuliakan oleh Al Quran, hanya saja -maaf- karena sudah dimuliakan Al Quran sehingga - kadang- wanita itu lupa memuliakan dirinya.